Bincang #SinergiBersih Bincang Santai

Untuk siapa…?

 

Untuk Siapa...?

Untuk Siapa…?

 

Kemarin siang 17.07.2014 saya dikirimi artikel Industri menolak RUU larangan minuman beralkohol isi utama berita itu menuliskan :

  1. Industri menolak RUU larangan minuman beralkohol
  2. Presiden Komisaris PT. Multi Bintang berpendapat ini Negara demokrasi, rakyat bebas memilih apa yang mau dikonsumsi
  3. PT. Multi Bintang menyetorkan bagiannya kepada negara dalam bentuk pajak,jumlah tidak disebut
  4. Laporan keuangan per 31 desember 2013 kontribusi penjualan Rp 3,17 Triliun
  5. Nilai tersebut setara 89,04% dari total pendapatan Rp 3,56 Triliun sisanya adalah pendapatan dari minuman non alkohol sebesar Rp 388,82 miliar atau sebesar 10,96%
  6. PT. Delta (salah satu pemegang sahamnya adalah Pemrov DKI) tak memberikan respon, informasi mengenai hal terkait
  7. M.S Hidayat, Mentri Perindustrian berpendapat,kebutuhan alkohol ini rill, jadi harus diatur itu distribusinya agar sesua dan kebutuhan
  8. Industri ini justru bisa meningkatkan pasar ekspor
  9. Direktur Minuman dan tembakau Kementrian Perindustrian mengatakan belum diajak urun rembug oleh DPR terkait pembahasan RUU tersebut
  10. Catatan, isi RUU larangan berisi larangan memproduksi, menyimpan dan mengonsumsi minol dengan kadar alkohol diatas 1%
  11. Yang memproduksi minol dikenai sanksi Rp 200 juta maksimal Rp 1 Miliar 
  12. Yang mengonsumsi minol diancam hukuman bui sedikitnya 3 bulan paling lama dua tahun serta denda Rp 10 juta maksimal Rp 50 Juta

Dari 12 poin utama tersebut, satu pun saya melihat tidak menyinggung dari sisi kesehatan dan akibat miras tersebut terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya, kenapa…?

Saya sampaikan sedikit dari WHO, World Health Organization mudah-mudahan linknya masih bisa diakses, WHO : Alkohol membunuh satu orang tiap 10 detik point apa yang bisa diambil dari pendapat WHO tersebut…?

  1. Alkohol membunuh 3,3 juta orang diseluruh dunia, jauh diatas angka gabungan korban AIDS,TBC dan kekerasan
  2. Kematian yang disebabkan minol termasuk kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan berbagai (pemicu) penyakit,alkohol mengakibatkan satu dari 20 kematian di dunia setiap tahun
  3. Angka tersebut setara dengan satu kematian setiap 10 detik kata Shekhar Saxena, ketua Departemen Kesehatan Mental dan Penyalahgunaan Obat-obatan di WHO di Geneva
  4. Meningkatnya konsumsi alkohol seiring dengan membaiknya perekonomian contoh Negara China dan India
  5. Mengkonsumsi minuman beralkohol menyebabkan lebih dari 200 masalah kesehatan termasuk sirosis hati dan beberapa jenis kanker
  6. Sebagian besar kematian akibat alkohol sekitar sepertiganya dari total kematian akibat alkohol disebabkan terkait kardiovaskular dan diabetes
  7. Kecelakaan terkait konsumsi alkohol, tabrakan mobil menjadi pembunuh tertinggi kedua dari seluruh kematian akibat alkohol

Itu dilihat dari keseluruhan yang ada di dunia, dan saya yakin korbanya bisa lebih dari itu…?
kalau di indonesia dari beberapa data kita bisa lihat kasus-kasus yang muncul dimedia, masih ingat kejadian Xenia maut pada 22 desember 2012, menewaskan 9 orang? Pernah lihat tayangan di TV One bagaimana seorang ibu tega menjual anaknya demi pesta miras? butuh berapa banyak anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat Miras…?

Coba ketik di halaman pencari “Akibat Miras”apakah yang muncul…?

Masih belum cukupkah kejadian demi kejadian akibat itu terjadi, apakah hal ini tidak diketahui oleh pelaku industri Miras, mereka menutup mata hanya untuk penjualan Rp 3,7 Triliun.
Berapa nilai 1 anak bangsa…? apakah senilai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh industri Miras…? saya kira kita semua sepakat, generasi penerus bangsa ini sangat berharga.

Siapa yang menjadi target industri Miras tersebut…?

kalau saya melihat iklan dan acara-acara yang disponsori oleh industri miras ini, target utama mereka jelas, adalah anak-anak muda dengan rentang usia 15 hingga 25 tahun, dimana pada usia tersebut adalah sebuah usia sangat produktif, yang mampu mencetak beragam prestasi hebat, apa jadinya jika generasi muda ini diberikan pemahaman melalui iklan dan info media lainnya bahwa minum miras adalah biasa, bahwa minum miras mengikuti gaya hidup yang diperlihatkan melalui media cetak maupun media elektronik.

Kita lihat ulang poin-poin, mengapa industri Miras menolak RUU pelarangan Miras… dan kita lihat sejenak apa yang terjadi dilapangan, dilingkungan kita…?

Pergi sejenak ke minimarket, midi dan hypermarket, lihat miras dipajang pada posisi yang sangat mudah terlihat, dengan sangat bebasnya terpajang dan membelinya pun tak sulit, tidak ada menunjukan id, mudah dan gampang untuk memperloleh minuman keras.

Saya yakin, Nusantara ini tidak akan jatuh miskin jika Industri Miras tidak berproduksi disini, masih sangat banyak industri lainnya yang bisa dikembangkan disini, Nusantara ini sangat berlimpah kekayaanya, lihat Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Nuu Warr (Papua) dan ribuan pulau-pulau kecil lainnya, berapa banyak potensi kita bisa kembangkan di nusantara ini….? dan jika kita tidak memproduksi Miras, apakah negeri ini akan jatuh bangkrut dan miskin melarat…?


Kembali ke awal untuk siapa industri miras ini…?
apakah miras-miras ini diperuntukan secara khusus untuk seluruh keluarga besar yang berada dalam industri tersebut…?

Bahkan ada seorang peminum datang ke kami, ia tidak akan mau melihat anaknya minum miras apalagi menjadi peminum miras seperti dirinya…? 

jadi kembali lagi, untuk siapakah industri miras ini….?

@febrianeffendi
#18072014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress