Bincang #SinergiBersih Bincang Peluang

satu dataran jutaan rasa itu….

Satu dataran jutaan rasa itu ...

Kemarin sempat cerita soal keaneka ragam cita rasa kopi yang ada di Indonesia, sempat saya baca sebuah pendapat, yang mengatakan bahwa kopi Indonesia itu tidak stabil rasanya…he..he…kalau menurut saya justru disitulah letak keunikan kopi Indonesia, bisa memberikan aneka ragam rasa lewat biji kopi, apa keunikan lainnya ?

Dalam situs resmi Kementrian Perindustrian, produksi biji kopi Indonesia menempati urutan ketiga terbesar didunia, setelah Brasil dan Vietnam klik http://www.kemenperin.go.id/artikel/6611/Produksi-Kopi-Nusantara-Ketiga-Terbesar-Di-Dunia
ternyata lewat biji kopi ini bisa memberikan kontribusi yang nyata, untuk yang mengerti pengolahan hulu dan hilir, dan lagi-lagi masalah klasik yang sampai ke telinga saya dan yang saya lihat dilapangan, ternyata banyak yang melihat manisnya dunia hilir dan getirnya perjuangan di hulu, apa solusinya agar semua ‘pemain’ hulu hingga hilir mendapatkan porsi yang saling menguntungkan…?

tenang… artikel ini masih berlanjut kok, sekarang kita kembali sejenak ke satu dataran jutaan rasa, ada tiga poin utama yang sudah terlihat, cita rasa dan besarnya produksi biji kopi dan kemana saja biji kopi itu dijual.
kita bahas berkenaan cita rasa terlebih dahulu.

Satu dataran jutaan rasa, daerah-daerah penghasil kopi di Indonesia yang baru saya ketahui adalah Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, Bali, Lombok, Flores dan Papua, sempat kemarin saya dapat info Pulau Kalimantan terdapat perkebunan kopi, namun belum di eksplorasi dengan sungguh-sungguh.

Baik saya mulai dulu dari Pulau Sumatera, langsung ke Takengon, dimana suku Gayo bertempat tinggal,bagi yang suka kopi, sudah tentu sering mendengar kopi Gayo, kopi dengan cita rasa asam yang gurih, aroma yang mengooda dan beragam karakter rasa yang tertinggal dari satu seruputan. jika kita bicara gayo, atau wilayah Gayo, saya menyebutnya satu Wilayah Gayo, yang memiliki beberapa dataran, mungkin yang lebih gampangnya satu kabupaten terdiri dari beberapa kecamatan.

Dari hasil kunjungan saya ke Gayo tahun 2013 dan 2014 ke kebun kopi, tentunya saya  mencicipi cita rasa kopi dari beragam dataran/kecamatan yang ternyata memberikan cita rasa yang berbeda-beda walau dengan satu cara pengolahan, satu dataran menghasilkan biji kopi dan memberikan cita rasa tersendiri.ada karakter yang kuat, ada keunikan rasa yang tertinggal dari satu dataran, dan biji kopi yang berbeda beda dataran tersebut diseduh hanya dengan  satu alat seduh, saat itu saya menggunakan alat seduh manual saringan kertas, atau populernya V60.

Dari sinilah tercetus semangat, jika satu dataran memiliki karakter rasanya sendiri, berarti itulah kekayaan yang tidak bisa ditiru, kekayaan yang asli, kekayaan cita rasa inilah yang membuat saya semakin penasaran untuk mengeksplor lebih jauh lagi seluruh dataran yang ada di wilayah Indonesia ini, maka tak salah jika ada menyebutnya biji kopi Indonesia rasanya tidak stabil, kalimat ini saya tambahkan, mereka yang mengatakan itu, hanya belum tahu bagaimana menikmati kopi Indonesia.

Selamat berpetualang cita rasa lewat kopi Indonesia, Satu dataran Jutaan Rasa, ayo berpetualang bersama, kita temukan daerah-daerah penghasil biji kopi lainnya masih dipulau Sumatera, Mandailing, Blue Batak, Sidikalang, Semende, Pagar alam, Solok Surian, Bengkulu, Lampung, saya yakin eksplorasi tanah gayo minimal dibutuhkan waktu 20 hari, jika di Sumatera ada minimal 20 wilayah saja, maka untuk eksplorasi untuk tahu lokasi pemberdayaan kebun kopi di sumatera kita butuh waktu 400 hari.

kita anggarkan satu wilayah, Rp 1 milliar, berapa wilayah yang akan kita eksplorasi katakan ada 50 hingga 100 wilayah, berarti langkah sederhananya kita membutuhkan  sekitar Rp 50 Miliar hingga Rp 100 miliar untuk eksplorasi dan beli biji kopi dari kelompok tani, Rp 400 juta untuk biaya eksplorasi Rp 600 juta untuk membeli hasil panennya dalam satu wilayah.

Katakan di Indonesia kita batasi 100 titik eksplorasi, maka kita butuhkan Rp 100 miliar, untuk pribadi ini jumlah sangat besar sekali, sekalipun untuk perusahaan, namun jika ini dikelola independen dan profesional, uang Rp 100 Miliar ini jumlah yang kecil untuk mengeskplorasi kekayaan alam lewat biji kopi Indonesia, serta memberikan kepastian yang nyata untuk sektor hulu yang sering kita lupakan, ayo kita mulai, sekarang juga

yuk #sinergiBersih
Depok, 10 Februari 2016

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress