Bincang #SinergiBersih Bincang Keluarga Bincang Peluang

Pilah Sampah dari rumah 

 

Pilah sampah dari rumah

Pekan kemarin tanggal 29 Maret 2015, RW mengedarkan surat yang meminta kepada warga untuk melakukan Pemilahan dan penanganan sampah mulai dari rumah, menarik nih,  dan soal pemilahan sampah ini masuk ke Perda no 5 tahun 2014, yang seharusnya akan dilaksanakan pada 1 januari 2015, karena semenjak tanggal tersebut Dinas Kebersihan & Pertamanan (DKP) tidak mengambil sampah warga dari rumah ke rumah, karena sesuatu hal di komplek ini masih meminta batas waktu pelaksanaan pemilahan sampah tersebut, beberapa tahun kemarin RW ini juga sudah memulai membuat program Earth Bank, dimana sampah-sampah non organik dikirim ke kantor RW dan warga akan mendapatkan uang dari pengumpulan sampah non organik tersebut.
hal yang utama dari pemilahan sampah ini adalah, kita memulainya dari rumah kita sendiri, mungkin penerapan pada tiap-tiap daerah akan berbeda, tetapi secara garis besar program pemilahan sampah ini akan memberikan sedikit sedikit kelegaan Tempat Pembuangan Akhir, yaitu kita tidak membuang seluruh sampah dalam  satu wadah seperti sediakala namun memilahnya jadi tiga bagian utama,

1. Jenis Sampah Organik
Yang terdiri dari
Sampah dapur yakni sayur, tulang dan sisa buah
Sampah pohon, daun ranting,batang, rumput
bangkai binatang
2. Sampah Non Organik
Plastik : kresek, ember, pot, botol plastik, gelas plastik, plastik refill
Kaca : botol beling, kaca nako, Piring beling
Kertas : koran, kardus, duplek, kertas putihan
Logam : besi, alumunium, tembaga, seng
3. Residu
piring keramik, bungkus snack, alumunium foil, popok bayo, pembalut, saset sambal, saset sampo, saset kopi, tisu bekas, puntung rokok, batre,obat adaluarsa, strofoam, cotton bud, kain bekas.

secara garis besar kita bisa memulainya dari rumah dengan memilah jenis sampah itu dari rumah kita, diawal pasti akan sangat sulit, kesulitannya adalah memulai untuk memilah sampah yang ada dirumah kita menjadi 3 wadah tertutup, dengan dilakukannya pemilahan sampah ini, akan mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir, karena sampah Non Organik dan organik akan diolah warga lewat mekanismenya masing masing, kalau yang dilakukan di komplek ini adalah menunjuk satu perusahaan swasta yang telah berkompeten pada bidang pengolahan sampah, dimana sampah Organik dan Non Organik akan diolah sedangkan sampah residu akan diatur pembuangannya oleh perusahan tersebut.
Untuk memudahkan analogi pemilahan sampah ini, saya ambil contoh kasus jika satu hari 1 rumah tangga menghasilkan 900 gram sampah, maka dahulu 900 gram sampah ini dibuang keseluruhan dalam satu tempat pembuangan akhir, namun saat ini dibagi menjadi 3 bagian, dimana 2 (misal 600 gram) bagian diolah oleh warga sendiri dan 1 bagian (300 gram) yang di buang ke tempat pembuangan akhir, jika dalam satu komplek perumahan terdapat 450 KK maka biasanya kita membuang sekitar 405.000 gram /hari namun ketika dilakukan pemilahan maka komplek tersebut membuang sampah residunya sekitar 135.000 gram /harinya, mudah-mudahan suatu saat nanti warga secara mandiri lewat pengaturan bersama bisa mengolah sampah menjadi bermanfaat.
Sedikit berbagi info, saya kemarin melihat sebuah video di Facebook mengenai bagaimana sampah rumah tangga diolah menjadi bermanfaat paling tidak untuk rumah tangga itu sendiri, mudah-mudahan hal ini kita bisa lakukan bersama. video bisa di lihat disini kencanaonline.com.
Selamat memilah sampah, untuk lingkungan nyaman untuk kita semua, dan dari sampah bisa ada peluang nih, pengolahan sampah khusus rumah tangga, ayo #PilahSampahDariRumah

Depok #02042015
@febrianeffendi

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress