Bincang Keluarga Bincang Peluang Bincang Santai

ngopi di rumah …? lagi

Ngopi di rumah lagi

Ngopi di rumah lagi

Saya sering kali di tanya berkenaan soal kopi, baik soal kegiatan di hulu, dengan kebun kopi dan petani nya, juga dengan dunia hilir kopi, mulai dari mesin sangrai (roasting machine) hingga takaran kopi dan suhu air yang cocok. saya senang sekali berbagi pengalaman baik lewat akun twit @arettacoffee maupun akun InstagGram (IG) : aretta_coffee, kalau teman-teman disini punya akun twit ataupun Instagram dengan senang hati kita menjadi berteman disana dan bincang-bincang santai soal dunia kopi yang saya ketahui.

untuk tulisan kali ini, saya ingin sekali bagi-bagi soal peralatan yang sangat sederhana untuk menyeduh kopi di  rumah, kantor maupun dalam perjalanan. apa saja peralatan utama yang harus kita miliki agar kita bisa menikmati kopi dengan cita rasa aslinya.

hal pertama adalah membeli penggiling biji kopi terlebih dahulu, yang sederhana saja, dipasaran online maupun offline menyediakan aneka gilingan biji kopi dengan beragam harga, mulai dari harga Rp 300.000 hingga tak terbatas.. tergantung kemampuan, kalau saya boleh kasih masukan carilah penggiling biji kopi manual tanpa listrik yang bisa di setel hasili gilingannya, harga mulai dari Rp 750.000,-.. atau kalau ingin lebih mantab bisa merogoh kocek agak dalam untuk membeli penggiling biji kopi elektrik mulai Rp 1.500.000, cukup merogoh kocek, hampir dekat harganya dengan HP android. penggiling biji kopi dengan harga tersebut bisa memberikan aneka ukuran kehalusan biji kopi, yang ternyata beda giling bisa beda rasa juga loh…nanti saya cerita deh.
setelah kita memilih penggiling biji kopi yang sesuai, mulai kita mencari biji kopi pilihan, nah biji kopi ini sangat beragam, mulai dari harga puluhan ribu rupiah hingga jutaan, kalau saya dahulu memulainya dengan biji kopi yang sudah ada di supermarket, dari situ kita mengetahui cita rasa yang di hasilkan biji kopi yang ada, kemudian perlahan-lahan saya cari sumber-sumber lain, biji kopi yang tidak ada di pasaran secara umum, dan saya coba cita rasanya dan ternyata walaupun dari biji kopi dari daerah yang sama ternyata memberikan saya cita rasa yang berbeda, walau diseduh dengan cara yang sama, saat itu tahun 2013 saya hanya buat kopi dengan cara tubruk, atau kopi tubruk biasa disebut. karena cara buatnya gampang sekali, yakni ambil 10 gram biji kopi, digiling dengan ukuran tertentu, taruh dicangkir dan tuang air panas dengan suhu 90-95 celcius (didiamkan airnya kira-kira 30 – 60 detik setelah mendidih) tuang perlahan pada bagian tengahnya hingga 100 ml sampai 150 ml kalau pakai cangkir yang biasa, hingga 3/4 sampai penuh, diamkan sesaat 1 — 2 menit boleh klik disini kopi tubruk aretta.

gampang kan menikmati kopi, ngopi dan berpetualang cita rasanya, pada awalnya buat saja satu metode seduh, dengan alat yang tidak macam-macam, diawal beli penggiling biji kopi, cari biji kopi yang umum yang ada dipasaran dan dengan satu cara seduh buat kopi tubruk, dan cara seduh kopi tubruk ini pun ada berapa cara. nanti saya ceritakan pengalaman buat kopi tubruk tanpa repot. menikmati keunikan rasa kopi itu gampang banget kan, selamat ngopi teman

ngobrol di twit yuk @febrianeffendi
Depok, 17 Februari 2016

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress