Bincang Sahabat

Musibah …

Musibah

Musibah

Lagi musibah datang di Nusantaraku, pesawat Hercules TNI AU C-130 jatuh di kota Medan, Selasa, 30 Juni 2015 pada siang hari, dikabarkan hingga hari ini sedikitnya ada 113 korban yang meninggal dunia, selain penumpang pesawat tersebut, korban juga berasal dari bangunan pertokoan Royal Residence, hingga saat ini masih terus dilakukan korban atas musibah yang terjadi ini.
Musibah, dalam bentuk apapun, baik kejadian kecelakaan baik di darat, laut dan udara, bisa datang kapan saja, ada yang kejadiannya bisa kita ketahui beberapa saat sebelum terjadi, misal ketika kita menyetir membawa kendaraan dijalan raya, kadang-kadang kita sudah berhati-hati namun pengguna jalan lainnya yang tidak berhati-hati, jika kita waspada mungkin kita bisa menghindari resiko yang lebih besar akibat kecelakaan atau musibah ini, namun namanya juga musibah bisa datang setiap saat.
Coba ingat-ingat berapa banyak musibah yang terjadi mulai dari kita kecil hingga saat ini…? mungkin musibah tersebut menimpa kita sendiri, tetangga kita, orang-orang yang kita kenal, bisa kita bayangkan apa yang kita rasakan ketika kita tertimpa dengan musibah tersebut…? beragam kesedihan pasti menyelimuti kita pada saat tertimpa musibah tersebut.
Musibah bisa datang kapan saja, musibah datang ketika kita siap atau tidak siap, tidak ada yang mampu menduga kejadiannya, namun setelah terjadi musibah tersebut, barulah kita mengetahui rentetan kejadian hingga terjadi musibah tersebut terjadi.
Saya yakin kita semua tidak menginginkan musibah, namun jika kita melihat musibah demi musibah yang hadir, kita melihat musibah tersebut namun tidak menjadikan musibah tersebut menjadi pelajaran untuk kita, pada saat terjadi musibah kita bersedih hati, selang berapa hari, pekan bulan dan tahun kita mungkin terlupa, datang musibah lagi dan terlupa lagi, beberapa teman pasti masih membekas kejadian Tsunami di Aceh, longsor di Banjarnegara, kapal hilang, hingga pesawat hercules yang jatuh kemarin di kota medan, apa pelajaran yang bisa kita ambil…? bagi saya pribadi satu pelajaran yang sangat berharga yaitu musibah bisa kapan datang saja baik pada saat kita sedang berbuat kebajikan ataupun pada saat kita bermaksiat, musibah bisa datang dimana saja, ketika kita bersantai dipinggir jalan, ataupun sedang berpergian dengan keluarga tersayang, musibah mengintai dimana dan kapan saja. jika memang kita selalu di intai dengan musibah, kenapa kita setiap saat tidak menyiapkan diri kita, lewat amal perbuatan kita…?
Saya suka membayangkan jika satu orang berbuat maksiat, berbohong, menipu, menzalimi orang lain dan langsung diberikan balasan pada saat itu juga, ketika kita berbohong, maka lidah kita terasa terbakar terus menerus hingga lidah kita mati rasa, ketika kita melihat hal-hal yang tidak sepantasnya maka serta merta kita menjadi buta pada saat itu juga, ketika tangan ini menanda tangani kebijakan yang banyak menyusahkan, seketika itu juga tangan kita diberi penyakit kulit yang menjijikan, dan beragam kejadian-kejadian yang ketika berbuat maksiat langsung diberikan balasan didepan mata kita, kira-kira jika kejadiannya seperti itu, apakah ada yang mampu berbuat maksiat…?.
Namun seperti yang kita ketahui, kita semua diberikan kebebasan berbuat, selama itu tidak merugikan kita, kita akan lakukan, namun kita hidup tidak sendiri, ada manusia lainnya yang memiliki kemampuan untuk bertindak sama hebatnya seperti yang kita lakukan. jadi apa yang sebaiknya kita lakukan…. ?
bertindak sesuai kata hati yang kita miliki…? semua mahluk yang saya kenal juga memiliki kata hatinya masing-masing…? baik yang kita lakukan menurut kata hati kita, belum tentu baik menurut orang lain, mungkin didepan kita mereka mengatakan baik-baik saja namun apa kita bisa mengetahui perasaan yang sebenarnya yang mereka rasakan…?.
melihat beragamnya kata hati masing-masing kita memerlukan sebuah panduan bersama, panduan yang meliputi kehidupan mulai kita lahir hingga wafat, kita butuh panduan atas semua perbuatan yang kita lakukan, panduan yang nyata telah terbukti kebenarannya, sudahkah kita menemukan panduan tersebut…? jika kita sudah menemukan panduan tersebut sudahkah tunduk patuh dengan seluruh panduan tersebut…? atau kita malah menentang baik menentang dengan terang-terangan baik menentang dengan malu-malu…? dan selamat memilih panduan yang hak, panduan yang telah terbukti kebenarannya sepanjang zaman.

@febrianeffendi #03072015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress