Bincang #SinergiBersih

Melangkah dan siap…

image

Udah ngopi aja

Terpaan gerimis hujan mulai dari tanggal 9 Pebruari 2015 hingga detik ini masih berlangsung ajeg. Air hujan yang konsisten perlahan datang memberikan banyak akibat, akibat yang seharusnya bisa kita selesaikan bersama-sama, namun ada beragam kepentingan untuk satu masalah, banjir.

Disini saya mencoba berbagi info, data terakhir kawasan yang tergenang air, ada sekitar 90an titik  per 9 pebruari menjadi 104  titik ada peninggkatan jumlah genangan. Walaupun curah hujan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya cendrung menurun, biarlah ahli-ahli yang kompeten berdiskusi soal ini, saya yang awam hanya tahu Ibukota Negara masih banjir.

Banyak sebab dan banyak aksi yang bisa kita laksanakan, hal yang paling sederhana, simpan sampah kita sesaat, jangan seenaknya membuang sampah dimana kita berada, cuma kebiasan kok  kita tidak perlu menyelesaikan program doktoral hingga keluar Negeri bahkan menjadi profesor untuk melalukan kegiatan buang sampah pada tempatnya.

Macet, perbandingan jumlah jalan dan kendaraan bermotor tidak seimbang, angkutan umum yang belum.layak ada yang lain…? Kalau dijabarkan lagi tentu akan banyak dan sudah ada ahli yang siap-siap berceloteh lengkap untuk soal macet ini, lagi lagi saya berkomentar sehebat apapun komentar ahli tersebut yah Ibukota Negara tetap saja macet.

Banjir dan Macet di ibukota tidak akan selesai dengan manisnya janji, tidak akan kelar dengan kebengisan kata-kata, banjir dan macet kelar ketila semua yang punya kepentingan, duduk satu meja, satu tujuan utama dan bekerja bersama-sama.

Aah teori, kami sudah bahas ini bertahun tahun tapi banjir dan macet tetap saja terjadi…

Berarti hal yang dibahas hanya di atas meja tidak dilaksanakan bersama sama. Saling menjatuhkan atau saling berebut ketenaran.lagi lagi kami yang awam terkena imbasnya.

Kami yang awam yang berhadapan dengan “keramahan” ibukota harus tetap melangkah dan siap menghadapi semua rintangan, baik rintangan yang terjadi karena alam baik rintangan yang dibuat oleh pemangku jabatan, semua rintangan yang ada kami lewati, jika tidak, keluarga akan menangis karena kepala rumah tangga tak memberi nafkah menyerah dengan rintangan.

Jadi buat semua yang berkepentingan terhadap kenyamanan ibukota Negara, ayo sama- sama kita jaga ibukota tercinta ini menjadi tempat yang layak untuk kita semua, simpanlah kepentingan sesaat, jaga adab bicara, duduk satu meja, selesaikan beragam hal dan yang utama di ibukota Negara ini, soal klasik banjir dan macet.

Mudah-mudahan kami yang awam ini masih bisa percaya bahwa kalian-kalian pemangku jabatan masih mampu bekerja. jika tidak mampu, saya yakin masih banyak anak-anak bangsa memiliki kemampuan untuk masalah yang banjir dan macet ini.

Malu juga punya ibukota Negara yang dikenal karena Banjir dan macetnya. Sepertinya kita masih punya banyak potensi lain yang bisa dikembangkan dan dikenalkan kepada dunia.

Diujung tulisan ini, perlahan-lahan gerimis mulai mereda, secangkir kopi Nusantara pun mulai tak hangat lagi, teman tetap melangkah dan siap cetak prestasi

Depok, #10022015
@febrianeffendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress