Bincang Keluarga Catatan Teman

Kayuhlah nak…

 

kayuhlah nak

Masih ingat pertama kali kita belajar bersepeda ? Ada berapa luka? Berapa kali terjatuh…? Berapa besar keinginan kita untuk segera bisa bersepeda tanpa mengunakan roda tambahan..?
Masih ingat berapa lama melatih keseimbangan agar bisa meluncur di dua rodanya ?  dan beragam kejadian yang lucu atau bahkan perih. mungkin yang paling kita ingat adalah luka dan lecet dibadan kita. apa kita masih ingat perasaan kita berhasil mengayuh sepeda tanpa roda tambahan…?
bagaimana perasaannya…?
Beberapa hari ini, kenangan belajar sepeda datang ketika mengajarkan bersepeda, bagaimana kayuhan pertama, melepas satu roda bantuan, meluncur dan mengayuh, pada saat akan belajar lewat jalan yang jelek dan yang bagus, ayo nak, kamu yang pegang kemudinya, pilih mana jalan yang mau, mau jelek atau mau yang bagus, yang pasti jangan berhenti mengayuh, terus bergerak, pada saat letih dan terjatuh karena menjaga keseimbangan, menangislah nak, nikmati saja, jatuh kembali, kali ini jatuh tertimpa sepedanya, karena salah memilih jalan.
Sempat berhenti sejenak, mungkin atur strategi, ayo nak terus bergerak, cuekin aja jalan jelek atau jalan yang bagus, dia udah tahu apa akibat mengayuh pelan dan kencang maupun dijalan yang jelek, apa yang terjadi kalau dia jatuh, menangis sekencang-kencang, mengadu ke ayah, bilang Yah sakit, sakit yah…? aku diam aja, sambil aku bisikan sesuatu, tidak apa-apa kalau tidak mau belajar sepeda lagi, karena nanti dia yang akan menikmati bagaimana serunya bermain sepeda tanpa roda tambahan, nanti ada perasaan senang, kita kan mau bersenang-senang, bermain sepeda dan bersenang-senang.
Kata-kata yang saya sampaikan, mengenai jalan yang jelek dan bagus, tetaplah mengayuh, jangan berhenti terus bergerak, pilih mau jalan yang jelek atau yang bagus. kata-kata yang aku sampaikan sama seperti kehidupan yang kita jalani, kadang kita tidak tahu, terjatuh dan berhenti, tidak mau mencoba kembali. siang nya ditambahkan lagi ada ceramah singkat soal kegagalan, ada kata-kata yang terus aku ulang-ulang, ” coba cari orang-orang yang sukses…apakah mereka langsung sukses seperti saat ini atau ada proses dahulu yang melengkapinya…?” langsung teringat pesan seorang guru, ciptakan hiu mu sendiri, bayangkan jika kita dalam laut dan dibelakang kita ada seekor ikan hiu yang lapar dan mencium bau darah dari tubuh kita, tentunya kita tidak akan berdiam diri bukan…? kita akan berenang lebih cepat, bertindak lebih berani, intinya kita tetap bergerak dan tidak diam, walaupun diam sejenak kita memikirkan apa yang harus kita lakukan agar semua masalah yang ada bisa kita selesaikan.
Tetap bergerak bukan asal bergerak, bergerak lincah, cepat dan cerdas.

#CatatanTeman #09062015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress