Bincang apa adanya Bincang Sahabat Catatan Teman

Jenggot, Cingkrang dan Riba…

me and dwiki

Jenggot makin panjang nih, bentar lagi bahas riba deh, bapak itu melongos sambil cekikikan tanpa sempat saya memberikan argumen apapun, sebenarnya enggak perlu saya paparkan argumen yang lengkap dan detail sih, saya yakin beliau lebih paham pengetahuan agama dibanding saya, beliau cukup sepuh, dan salah satu orang yang dihormati karena jabatan beliau terdahulu, tapi sudahlah. saya yakin beliau paham soal jenggot, celana cingkrang dan riba.

ada apa sih soal jenggot, celana cingkrang (la isbal) celana yang tidak menutupi mata kaki) dan riba ( nilai yang bertambah atas uang)…?

baik, untuk soal jenggot ada perintah yang jelas dan tegas dari nabi Muhammad, nabi yang membawa risalah, ketentuan yang bersumber dari Allah penguasa alam semesta
Jenggot (lihyah) adalah rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu. Jadi, semua rambut yang tumbuh pada dagu, di bawah dua tulang rahang bawah, pipi, dan sisi-sisi pipi disebut lihyah (jenggot) kecuali kumis. (LihatMinal Hadin Nabawi I’faul Liha, ‘Abdullah bin Abdul Hamid dengan edisi terjemahan ‘Jenggot Yes, Isbal No’, hal. 17) adapun perintah nya

Memelihara dan membiarkan jenggot merupakan syari’at Islam dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Marilah kita lihat bagaimana bentuk fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berjenggot.

Dari Anas bin Malik –pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih) sumber rumaysho.com

La isbal, atau celana cingkrang, celana yang tidak menjulur menutupi mata kaki, memanjangkan celana hingga mata kaki tertutup. pertama kali saya menggunakan celana yang tidak menutup mata kaki terlihat sekali mata orang memandang, terkesan asing dan aneh dari bahasa tubuhnya ..? ya wajar saja aneh selama hidup nya jauh dari melihat kebiasaan-kebiasaan insan-insan yang paham dengan aturan-aturan, hal tersebut tidak aneh dan asing jika kita mulai dari rumah dan lingkungan sekitar terbiasa dengan aturan yang memang menjadi panduan hidup kita, saya memilih menjadi muslim maka saya mendengar dan taat dengan aturan-aturan yang ada, tidak mungkinlah manusia itu lebih cerdas dan hebat dari yang menciptakan manusia. berkenaan dengan celana cingkrang secara mendetail bisa klik disini.

mengenai Riba, atau nilai yang bertambah atas uang ini juga tidak diperkenankan dalam islam, sederhananya jika saya meminjam uang 10 juta maka saya akan mengembalikan uang tersebut 10 juta, tidak boleh dilebihkan. saya muslim dan saya punya panduan yang cukup tegas yang menuliskan
“…Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” [Al-Baqarah/2: 275]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba…” [Ali ‘Imran/3: 130]
mengenai Riba teman-teman bisa membaca uraiannya sederhananya disini atau bisa mencari sumber-sumber yang sudah pasti di yufid.com ketik riba maka akan muncul bahasan-bahasan dari sumber-sumber yang hak.

Jenggot, celana cingkrang dan Riba …apakah cukup ini saja … oh tentu tidak, masih banyak bahasan-bahasan seru dan indah, karena si bapak membahas soal ini saya pun ingin menuliskan soal ini, hal yang utama adalah memperkuat tauhid kita, menguatkan pemahaman kita tentang tauhid, perbaiki diri, perkuat antibodi agar beragam kesesatan dan gangguan yang ada menjadi hambar dan musnah karena kita telah memiliki pengetahuan yang cukup tentang tauhid.

tetap belajar kawan, tetaplah menjadi insan yang penuh manfaat bagi sesama.

Depok,
22 Jumadil akhir 1436
31 Maret 2016
@febrianeffendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress