Bincang #SinergiBersih Bincang Keluarga Bincang Sahabat Catatan Teman

jangan coba-coba…

Jangan Coba-coba

Jangan Coba-coba

Dering satu berganti dering yang lainnya, lain sumber tapi satu maksud. keinginan ingin melanjutkan #CatatanTeman secara berurutan, namun aku juga bukan tipe yang bisa duduk manis mendengarkan semua, dari satu sumber, kadang-kadang kita juga butuh sumber cerita yang lain, mungkin akan memberi warna, #CatatanTeman dari beragam sumber…? Boleh juga, gak ada salahnya mencoba. Kali ini ada cerita sedikit berbeda, sumbernya juga beda, tapi, catatan teman ini bertujuan mengambil pelajaran.

Tergopoh-gopoh seorang teman, aku suka memanggilnya mas Gan, selain emang perawakan seperti juragan, orangnya juga gak kalah gagah, pas lah kalo aku panggil dia mas Gan, walau nama aslinya bukan itu, dia gak keberatan aku panggil mas Gan. Kenapa mas, kok sepertinya habis olahraga, pucat gitu, kenapa mas?  Owh gak papa lek, tadi abis, silahturahim kerumah teman, pas menuju kemari aku terima telepon, biasa nagih hutang. Hutang? Sejak kapan pulak kau pandai berhutang? Kekmana ceritanya? Aku boleh tahu gak? Iya lek, udah lama aku pengen cerita ke ente, tapi ya gitu, selalu gak ketemu waktu yang cocok, kau kan juga orang sibuk lek, bisnis kau kekmana lek? Lancar lancar aja kulihat?
Ah bisa aja mas Gan ini, biasalah bisnis Gan, kadang jatuh kadang terperosok yah kadang-kadang juga nyungsep tiarap, begitulah Mas, jadi coba ceritakan soal hutang-hutang mas, mana tau kita berdua bisa diskusi dan ketemu cara buat penyelesaian.
Gini Lek, kau kan tau, kalau aku ini senang kali ama wirausaha, pengusahalah bahasa gaulnya, sebelum aku menikah pun, bahkan pas aku masih duduk di SD aku juga sudah jualan lek, iya bisa dikatakan aku senang dagang lek, dari SD sampai sekarang hobi aku dagang, udah puluhan tahun juga ya Lek, tapi karena tak ada pemimbing jadilah pengalaman ini tak punya hasil lek, bekal semangat tak mampu lek, semangat itu harus didampingi dengan keahlian agar hasilnya maksimal, tapi sudahlah aku tak mau menyesal Lek, justru masa-masa tersebut mengantarkan aku menjadi seperti saat ini.
Maksudnya gimana mas Gan? Kondisi saat ini seperti yang bagaimana Mas ?
Begini Lek, aku bicara soal yang terakhir aja kali ya, tapi semua kejadian jadi sebab akibat, bisnis yang satu gagal, bangkrut meninggalkan hutang, lanjut ada peluang lagi, sambil menyicil hutang akibat bisnis yang gagal, aku coba lagi lek bisnis baru, gak lama berjalan gagal lagi lek, kalau hanya sekedar gagal ya gak masalah lek, sudah biasa aku melarat, namun hutang-hutang akibat bisnis yang gagal ini lek yang buat aku semakin tiarap bahkan masuk lobanglah, karena kalau sekedar tiarap, itu kan impas lek,  tapi ini meninggalkan hutang sana sini…ouff itulah lek, kondisnya kalau aku bujangan sih ok aja, tapi aku gak tega lihat istri dan anak-anakku mereka jadi ikutan susah gara-gara aku lek….
Wah asli aku salut dengan kegigihan mas Gan, dari satu kegagalan ketemu dengan kegagalan berikutnya, ok mas bentar lagi masuk waktu ashar, kita ke masjid dulu, mudah-mudahan obrolan ini bisa kita lanjutkan, karena saya juga penasaran nih mas. .
Sambil merapihkan tempat duduk, kami pun berjalan ke masjid terdekat, selama perjalanan kami bertukar cerita tentang keluarga kami, tawa lepas, sejenak Mas Gan melupakan hutang-hutangnya

#28052015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress