Bincang Peluang

Inovasi atau …?

inovasi atau

Tadi pagi sempat melihat link Seru ini mengenai sarana tranpotasi umum kendaraan roda dua, bahasa kerennya  ojek. Salah satu kendaraan favorit menembus kemacetan ibukota, ataupun daerah-daerah metropolitan. Jasa ojek ini banyak membantu ketika kita diburu waktu, sementara jalanan tak ramah untuk tepat waktu, hingga dipilihlah ojek sebagai sarana menembus macet, mulai dari mahasiswa hingga eksekutif muda pernah menggunakan jasa ini ketika dikejar deadline, ojek salah satu solusi cepat disaat macet dan diburu waktu.

Namun karena profesi ngojek ini semakin ramai diminati, karena bermodalkan motor dengan uang muka ringan serta, cicilan didapat dari hasil ngider seharian, jadilah profesi ini banyak juga peminatnya seiring banyaknya konsumen yang membutuhkan jasa ojek, semakin banyaknya jasa ojek, dibuatlah pangkalan-pangkalan pada titik-titik strategis, kalau itu pangkalan resmi maka ada sistem antrian untuk mengambil penumpang, tapi kalau tidak ada pangkalan maka bisa jadi para ojek itu berebutan penumpang, pernah saya lihat begitu penumpang turun dari bis umum para ojek ini mulai melancarkan panggilan-panggilan agar mau menaiki kendaraannya , begitu juga ketika kita turun dari statiun kereta di ibukota para ojek ini juga memanggil calon penumpang layaknya teman lama…ayo bos, mau kemana bos,…sejenak menjadi artis begitu turun dari kereta karena panggilan sok akrab ini, karena tidak ada perjanjian dengan para ojek lainnya maka rebutan calon penumpang sulit dihindari.

Pernah lihat pengemudi motor dengan seragam hijau helm hijau dijalanan ? Bagi yang berdomisili Jakarta dan Depok sering melihat seragam ini berseliweran di jalanan. Yup itu GoJek itu ojek juga namun ada pengelolanya, pengelola yang memanfaatkan teknologi yang ada, yaitu lewat applikasi yang ada di smartphone, dengan fasilitas ini kita sebagai calon penumpang dengan mudahnya melihat didaerah tersebut ada berapa gojek yang beroperasi, dan bagi pengemudi ojeknya juga lebih mudah, karena lewat jaringan yang dimiliki gojek maka dia bisa memilih ambil penumpang tersebut atau tidak. Lihat kemudahan yang diperoleh oleh penumpang, kalau dulu ketika kita mau menggunakan jasa ojek mencari pangkalan yang ada berjalan dahulu kepangkalan, kali ini cukup buka aplikasi Gojek, lihat ada berapa gojek yang ada tinggal panggil deh. 

Namun seiring waktu, karena kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Gojek ini lebih disenangi pengguna maka tak jarang Ojek yang konvensional, lambat laun mulai ditinggalkan, orang-orang lebih memilih gojek salah satu alasannya mungkin adalah tarif dan keamanan. Kalau kita memakai ojek konvensional maka kita siap tawar menawar harga tanpa kita tahu harga yang pantas untuk jasa yang diberikan. Itulah mungkin salah satu faktor ojek konvensional lambat laun ditinggalkan, saya pernah mendapatkan kabar Gojek tidak boleh mengambil penumpang disalah satu perumahan, dan bahkan gojek mendapatkan kecaman dari ojek konvensional. Namun itulah teknologi, dia serta merta bisa merubah kebiasan seseorang atau lebih tepatnya menggupgrade kebiasaan, kalau dulu kita perlu melambaikan tangan untuk memanggil ojek, kali ini kita hanya buka aplikasi, kalau dulu kita was-was dengan harga yang tidak pasti, namun berkat Gojek harga yang ada sudah tertulis. Teringat saya sebuah tulisan guru saya kalau tidak salah berinovasilah kalau tidak mati, berinovasilah kalau tidak mau tergilas. Tantangan bukan semakin ringan, bahkan cendrung mustahil bagi pemula untuk memenangkan kompetisi tanpa inovasi, perlu kita ingat GoJeK adalah layanan Ojek namun Gojek tidak memiliki kendaraannya sendiri, inovatif bukan. Jadi siap siap berinovasi atau tergilas dan mati.

@febrianeffendi #30062015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress