Bincang Keluarga Bincang Santai Catatan Teman

#CatatanTeman…

#CatatanTeman

#CatatanTeman

#CatatanTeman ini aku lanjut, setelah berjalan diterik yang cukup menyengat, disela istirahat yang sekejap, ia pun mulai kembali bercerita, coba minum dahulu, dan pelan-pelan saja, gak perlu terburu-buru, cerita saja, mulai dari yang paling di ingat… cuekin saja pendapat yang melemahkan niat, berbagi, mudah-mudahan ada pengalaman yang bisa jadi pelajaran untuk aku baik juga yang berkenan mampir kemari

setelah duduk sejenak, menikmati lelah ini, semua hal bisa aku ingat, mungkin aku bisa memulainya dari sini, cerita ini bermula dari percakapan sederhana dengan teman hingga menguatkan niat.
….kamu sudah yakin…? Saya sudah bertanya, baik kepada yang memang ahli pada bidangnya serta teman dekat yang sudah menjalani terlebih dahulu, mereka sepakat satu kata, kalau kamu sayang, wadahnya adalah….?
Waktu seperti berhenti sejenak, melihat diri sendiri, tiada punya pekerjaan, tiada harta, tidak punya tempat tinggal sendiri, hanya ada diri yang ingin tunduk patuh dengan aturan yang diyakini, diam, berhenti dan kembali aku bertanya, kamu sudah siap…?
Sejenak teringat perjalanan demi perjalanan hingga sampai pada pertanyaan ini, begitu banyak kesalahan yang telah dilakukan untuk sebuah keinginan, keinginan yang ada tanpa berdasarkan aturan, semua berdasarkan pemikiran dan hasrat, hingga sampai pada pertanyaan itu muncul, siap…? kapan aku siap …? menunggu semua serba tersedia, menunggu kemapanan, menunggu hingga diri ini siap lahir batin, menunggu mereka berifikir yang baik, menunggu hingga kebaikan ini mendapat penghargaan, beragam pertanyaan datang satu persatu, perlu dijawab atau biarkan saja, karena yang menjalani ini adalah aku bukan mereka yang bertanya, bukan mereka yang mencemooh, bukan mereka yang mengejek, bahkan bukan mereka yang memberi pendapat yang baik, ini keputusan ku dan aku siap menjalaninya… jam bertukar hari, pekan dan bulan, masih dengan pertanyaan dan berjuta jawaban yang tak bisa memberinya kepuasan atas semua jawaban.
Setiap jawaban berganti pertanyaan selanjut terus dan terus, hingga diujung bulan menyambut bulan penuh kesabaran, diujung bulan penuh keberkahan, dikenal juga bulan penuh kebaikan, ia pun memberanikan diri mengutarakan niat itu.
Pelan, kunikmati saja sore itu, biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit, tapi kali ini setiap menitnya benar-benar berdetak pelan dan sangat perlahan, tiba didepan rumah, sampai didepan pintu, sepertinya tangan ini tertahan beban yang berat sekali, kaki ditarik kebumi, dan jantung pun berdegup sangat kencang, apa aku pulang aja ya…? apa aku sudah yakin dengan apa yang aku buat hari ini, bagaimana jika besok saja, atau pekan depan ketika ini..ketika itu dan ketika… aahh aku ingin segera terbang dan menghilang…

#CatatanTeman
#27052015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress