Bincang #SinergiBersih Bincang Keluarga

Beri dan lupakan…

 
Kemarin tanggal 20 Mei 2015, saya berkunjung kedaerah Cimanggis, disalah satu komplek perumahan yang cukup nyaman dan bersih, tidak mewah tapi setiap kesana saya selalu suka, terlihat itu komplek lama, namun banyak bangunan asli yang sudah dirubah mengikuti bangunan-bangunan masa kini, namun terlihat komplek tersebut cukup terawat, dan terdapat bangunan masjid tidak terlalu besar, namun masjid tersebut cukup dirawat. Dalam bulan ini, cukup sering kami sekeluarga masuk kedalam komplek tersebut, karena berkaitan dengan kegiatan istri menjadi salah satu Admin NCC (Natural Cooking Club) lokal kota Depok, sebuah komunitas yang peduli menyediakan hidangan yang sehat untuk keluarga, namun semangat berbaginya itu yang paling aku suka dengan komunitas ini, bukan hanya cerita-cerita namun kami alami sendiri semangat berbagi tersebut.

Apa kaitan komplek yang nyaman, NCC, dan semangat memberi…?

walaupun sudah berulang kali silahturahim ke komplek tersebut, namun saya pribadi belum sempat sholat berjamaah di Jami Baitul Bashiir, karena setiap kekomplek tersebut bukan pada jam-jam sholat wajib, namun kemarin rapat NCC depok lumayan lama, maklum jika bertemu selain bahasan soal hidangan yang sehat dan lezat, pasti selalu ada cerita semangat berbaginya. Dalam perjalanan pulang tak lupa empunya rumah memberikan bekal kue sus favorit, aku kagum dengan empunya rumah, kagum dengan sifat memberinya, dari berapa cerita yang aku dengar dan aku alami sendiri juga, beliau sudah cukup berumur, namun keinginan membantu dan memberinya tanpa pamrih, malah aku berfikir ibu ini energi memberi dari mana ya…?
Walaupun kita kemarin ingin tidak hadir, karena keadaan anak-anak yang kurang sehat, serta pertimbangan waktu dan segala hal, saya pribadi pun bukan orang yang senang menunggu, di 25 menit pertama ada sedikit rasa “gemes”, ini pertemuan lumayan seru ya…dan bla..bla..bla lari lari di pikiran, sebentar-bentar lihat jam, yang dibahas apa aja ya…? rapat yang efektif itu hanya berlangsung 10 hingga 25 menit pertama, setelah itu mungkin lebih banyak bukan ke hal-hal pokok… begitu terus ngedumel dalam pikiran… ouf penanda waktu azan muncul, 10 menit lagi akan dikumandangkan azan, segera bersiap menuju masjid, segarnya air wudhu menghilangkan rasa “gemes” menunggu, masuk kedalam masjid hati jadi adem, mesjidnya nyaman, selesai sholat aku bergegas melihat almari buku, melihat koleksi-koleksi yang ada, ada rasa tentram ketika berada dalam masjid yang cukup dirawat, mungkin masjid ini dirawat bukan hanya dari sisi fisiknya saja, namun dirawat juga dari sisi non fisiknya, mungkin disini sering diadakan kajian rutin, sehingga terlhat masjid ini cukup hidup.
silahturahim kemarin itu biasa, namun ada sebuah pesan yang masuk ke smartphone, pagi dini hari tadi yang menurutku berkaitan.
Quote from the Holy Quran, Al-Muddaththir (74:6)
وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ
Wala tamnun tastakthiru
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
http://www.muslimpro.com

pesan acak ini, seperti mengingatkan, ketika engkau memberi, baik lewat waktumu, uang mu, harta mu, jabatan mu, kita sering kali berharap,
kalau aku luangkan waktu ku, di kemudian hari engkau harus meluangkan waktu mu untuk ku
kalau aku berikan uang ini, apa yang bisa aku harapkan dari kamu dengan uang yang kuberikan ini
kalau dengan jabatan yang aku miliki sekarang itu membantu mu, aku harapkan suatu saat jika aku tak menjabat engkau siap juga membantu ku
bahkan mungkin, ketika kita memberi dalam bentuk apa pun kita berharap akan diberikan balasan, baik dari orang yang kita beri pertolongan, maupun balasan dari mana saja.

Waktu, harta, jabatan dan semua yang melekat di diri kita ini hanya titipan semata, jika kita menjalani tidak sesuai aturan-aturan yang kita pahami, ada saja cara-cara ALLAH mengambilnya,
disibukkan dengan urusan yang tak kunjung selesai,
atau sakit yang kita alami, tak kunjung sembuh,
atau musibah yang tidak kita duga-duga.

selalu ada cara ALLAH mengambil titipan yang diberikan kepada kita.
apa yang sebaiknya kita lakukan, lurus dan kuatkan niat, jika niat kita ingin membantu, berikan bantuan itu sesuai kemampuan, sesuai dengan amanah yang diberikan, memberi bukan hanya kepada orang-orang yang tidak kita kenal, memberi pada orang-orang terdekat yang kita miliki, kunci utamanya  beri dan lupakan, ada ALLAH yang Maha Melihat.

Depok, #21052015
@febrianeffendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress