Bincang Sahabat Catatan Teman

Alhamdulillah…

Alhamdulillah

“…Bang no rekeningnya berapa, aku mau kirim seadanya…? tapi ini bukan pinjaman ya bang, ini ikhlas dari aku bang…
aku lihat WA yang masuk terakhir, biasa ucapan selamat berpuasa dari teman yang sudah aku anggap kakak aku sendiri, namun setelah aku balas, aku lanjut saja mengerjakan hal-hal lain setelah berbincang dengan istri tercinta, mengenai keadaan keuangan kita saat itu, yang gak mungkin sampai hingga akhir bulan, jangankan untuk akhir bulan untuk sahur dan berbuka esok hari kita masih bingung mau pakai apa…? karena memang uang tidak ada sama sekali… habis diserahkan semuanya kepada debt collector yang merakyat…” 

Weitz mas Gan mau kemana…? wah Lek, tar mau beli bahan-bahan produksi, met puasa ya, gimana program bulan ramadhan tahun ini Lek, kopi gimana Lek, lancar kan…?
Alhamdulillah, berkat doa Mas Gan, kopi in sha ALLAH terkendali, tapi pas enam bulan kemarin rada mandek mas, ada beberapa perhitungan keuangan aku yang meleset, terkait juga dengan hutang mas…?
oh ya…hutang ? aku kira ente gak ngutang Lek…
iya terakhir kemarin, sumber-sumber sudah tidak ada lagi, dengan sangat-sangat terpaksa aku ambil pinjaman, namun antara uang yang masuk dengan cicilan yang harus dibayar setiap bulannya belum lagi ditambah dengan kebutuhan tetap keluarga jadi belum bisa menutupi, kekeliruan aku adalah mengambil pinjaman itu, jadilah ini semakin tidak terkendali antara pengeluaran dan pemasukan. mungkin sama kasusnya seperti mas Gan, gitu deh mas…?
iya lek, jangan coba-coba berhutang Lek, sebaiknya memang kita mulai usaha dengan apa yang kita miliki, itu lebih baik. aah jadi seru nih obrolan kita, mudah-mudahan kita diberikan kekuatan menjalani ini ya Lek, kita sama-sama tertipu bujuk rayu hutang/pinjaman, salahnya bukan di mereka kok Mas Gan, salahnya ada di kita, kenapa kita mau terbujuk untuk meminjam ke mereka, itu kesalahan fatal kita mas, tapi tadi malam ada kejadian yang cukup buat aku bengong…
wahh kenapa Lek, ceritalah…
gini Mas, satu pekan kemarin kami sekeluarga kan benar-benar tidak punya pegangan uang sama sekali, mas Gan Bisa bayangin, hidup di kota dengan tanggung jawab yang lumayan banyak, dikntong tersisa uang puluhan ribu tidak sampai sepuluh lembar, itu pun bakal habis segera, dan mas Gan, orang-orang pasti gak percaya deh, pernah dalam satu pekan itu dikantong aku hanya ada 7 ribu perak tapi itulah ada aja cara Allah buat kita Mas, selama kita berusaha, Allah pasti berikan rezeki kepada kita selama kita mau berusaha… kejadiannya begini Mas, baru tadi malam mas… biasa kan mas, setelah ada pengumuman soal kapan berpuasa, pasti deh hape kita di kirimi pesan-pesan dari handai taulan mengenai ucapan selamat berpuasa, tadi malam masuklah pesan lewat WA ke hape, dia teman aku mas, tapi aku menganggap beliau sudah seperti kakakku sendiri, biasa pesan selamat puasa aku balas, dan sambil aku melanjutkan pekerjaan, aku tidak melihat balasan itu, karena dua hari itu aku uring-uringan banget, banyak yang harus segera dibayar dan dibuat, tapi tidak bisa dibuat segera, karena memang semua yang akan aku kerjakan membutuhkan uang segera, jadilah anak-anak dirumah sasaran, istri pun kena, ooufff padahal ini kesalahan aku, namun ditenangkan dengan sholat isya dan dilanjutkan tarawih berjamaah, itu pun sampai dirumah aku belum merasa tenang, ada saja kalimat yang keluar, ujung-ujungnya istri dan anak-anakku menjadi sasaran, hingga anak-anak terdiam, istriku pun terdiam, mungkin karena sudah tidak tahu berbuat apalagi, istriku memelukku sambil menangis tertahan, lama istriku memelukku sambil menangis, anakku sampai datang, menanyakan ..Bunda kenapa…?
gak apa-apa nak, bunda ingin menangis saja….
mungkin sekitar 10 menit, setelah istriku menangis dipelukan aku, aku melanjutkan pekerjaanku sambil kulihat hape, melihat banyak sekali ucapan selamat, namun mata ini terhenti ke salah satu WA yang masuk, menanyakan no rekening… aku masih tidak percaya… ini benaran, aku masih bengong dan tidak lama kemudian, masuk sejumlah Rp 2.500.000,- jumlah yang sangat besar, banyak hal yang aku bisa buat dengan uang Rp 2.500.000 ini, selain jumlahnya yang cukup besar, aku sama sekali tidak menduga, sama sekali tidak kepikiran sama sekali, sahabat yang sudah saya angap kakak berbuat demikian, Ya Allah jika Allah sudah berkehendak siapapun tak akan bisa menghalangi, namun jika Allah tak berkehendak, apapun yang kita lakukan kalau memang itu bukan milik kita, tak akan pernah menjadi milik kita, malam itu benar-benar terbukti ayat-ayat Allah, sekejap setelah kita menyerahkan sepenuhnya urusan kita kepada Allah, setelah usaha yang maksimal, Allah akan memberikan jalan, rezeki dari arah yang kita tidak duga sama sekali.. gitu mas Gan…
wah Lek, aku ampe bengong dengar ceritanya, apa iya masih ada, hare geneee, orang yang model seperti beliau, awalnya kekmana lek…kok bisa ya lek…
gitulah mas Gan, kalo kita yakin, pasti ada saja cara Allah menolong umatnya, dengan cara diluar dugaan kita, pada saat yang kita memang saat butuh, Allah akan mengirimkan insan-insan terbaiknya dengan cara-cara yang tidak kita ketahui mas.
kapan-kapan kau kenalilah aku dengan kakak kau yang baik itu…
gampang lah Mas, beliau orangnya gak sulit kok ditemui, yang pasti saat ini aku bersyukur kepada Allah, dikelilingi oleh orang-orang yang baik, seperti kakak, Mas Gan….dan semua teman-teman kita mas, hanya Allah mas yang bisa memberi ganjaran terbaik untuk orang-orang berbuat baik, kepada kita, tapi jangan lupa mas, kita mulai dari kita dulu mas, terus memberi, terus bergerak, oh ya tadi mau kemana mas, aku antar ya…

#CatatanTeman #18062015 10:20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress