Bincang #SinergiBersih Bincang apa adanya Bincang Sahabat

aku kira …

Aku selalu mengira dan berandai-andai mereka itu seperti aku, apa yang aku buat itu, adalah hal yang sangat sederhana hingga tak mungkin mereka tak paham tentang apa yang akan aku lakukan.

mulai dari hari hingga berganti tahun, aku selalu menemui orang-orang yang dengan rakus mengambil semua manfaat dan melupakan, seperti seonggok sampah yang tak akan pernah dilirik kembali.

layaknya seperti membeli, itu pun jika sanggup membayar, tawar menawar harga pas, ambil dan beri nilai sesuai dengan apa yang kita dapat, itu seharusnya, namun seketika kita diajak menikmati bualan-bualan tertata indah sesuai dengan kurikulum yang mereka dapat entah dari mana, jauh dari perkiraan apa yang seharusnya dilakukan selayaknya orang yang pernah tahu, ia pernah sekolah dari dasar bahkan mungkin doktoral, pelajaran etika mungkin tak mendapat tempat, sehingga etika itu hanya menjadi tulisan tanpa tindakan.

aku selalu mencoba berfikir secara sederhana, apa kah yang aku lakukan, akan membawa ku menjadi selamat dunia dan akhirat, kalau aku lakukan ini apakah ia akan menjadi baik atau buruk, aku melakukan ini, apakah dia mendapatkan untung atau rugi, kalau aku melakukan ini apakah ia bisa menghidupi keluarganya dan beragam pertanyaan yang silih berganti.

namun tak bisa ternyata, aku lah, kita sendirilah yang mengambil tindakan, sehingga siapapun tidak mempunyai kesempatan untuk memeras tanpa ampun, menghisap tanpa etika semua yang kita punya, dan kita pun menjadi ampas yang siap terbuang.

Teruslah melangkah dalam koridor aturan sang Pencipta, terus belajar, mereka-mereka akan selalu ada setiap saat menunggu kita saat kita lengah dan mengambil semua nya tanpa sisa, dan ditinggalkan,  yap aku sudah mengalaminya berkali-kali.
Ambil sikap, tetap dalam koridor, jaga adab dan selamat berbagi manfaat, kamu untung, saya jangan buntung, dewasalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by: Wordpress