Bincang #SinergiBersih

9 April 2014

09 April 2014

09 April 2014

tanggal 09 April 2014 Pemilihan Umum yang keberapa dalam hidup  kita…?

saya 4 kali merasakan Pemilu, perubahan apa yang benar-benar bisa memberikan manfaat yang nyata?

Pada saat pertama kali mengikuti Pemilu, begitu senang dan antusias karena ini Pemilu perdana, tidak harapan sama sekali hanya ikut-ikutan saja.

Pada saat kedua, ketiga dan hari ini Pemilu ke Empat saya ini yang paling seru …kenapa ?
sederhana kok, tidak mendapat undangan untuk mencoblos, selama 15 tahun saya tidak berhasil didata oleh KPU RI, kereen …
lah kok bisa? ah sudahlah saya belum mau bahas soal saya tidak mendapat Undangan untuk nyoblos.

saya ingin sedikit melihat perjalanan selama 15 tahun kebelakang, dimana pada saat momen 1998, runtuhnya Orde Baru,ditandai pak Suharto meletakkan jabatannya. Sorak gembira di Nusantara, apalagi aktivis-aktivis yang menginginkan Presiden yang telah berkuasa selama 32 tahun itu turun dari jabatannya, saya yakin ada yang bergembira dan ada yang bersedih, wajarlah ada yang merasa senang pada saat beliau menjadi presiden dan ada yang tidak senang, hal yang sangat lumrah.

10 tahun terakhir, 2 pemilu, setelah rezim orde baru berakhir ada perubahan mendasar apa bisa saya rasakan..? selain kebebasan berpendapat media sosial yang gencar untuk menyampaikan opini-opini terbaik.menuntut ini dan itu.
para kritikus itu pun akhirnya mendapat obyek sana dan sini, bintang iklan, acara tv, seminar dan lain-lainnya semakin menempatkan para kritikus itu pada posisi wakil rakyat yang sebenarnya….loh kok? ah yang bener apa bukan aji mumpung..?
tapi saya yakin ada kok tokoh masyarakat yang benar-benar ingin berjuang demi kesejahteraan umat yang hidup di Nusantara, hanya media yang ada lupa mengeksposnya…

Lihat saja apa yang sudah terjadi,,sudah berapa lama rakyat hanya menjadi komoditas sesaat…? dan rakyat pun tidak ambil pusing,,karena sudah dalam posisi maklum melihat kondisi Negara,pejabat serta wakil rakyatnya.

apa tidak ada tersisa orang yang baik, tulus dan rela berkorban seperti pahlawan kita terdahulu…?
ada, tapi jumlahnya tak seberapa dan mereka kalah dengan sistem,yang ada. ini yang sudah dipertahankan selama lebih kurang 70 tahun, usia yang cukup bagi satu negara untuk menjadi bangsa yang digdaya dengan beragam amanah potensi kekayaan alam yang melimpah ruah di NegeRI ini.
lihat para penjajah terdahulu mereka berlomba-lomba ingin menguasai seluruh hasil yang dihasilkan oleh bumi Nusantara, dan sampai detik ini pun masih terjadi.
bukan secara terang-terangan dengan memakai bedil dan meriam untuk menguasai negeri ini, tapi dengan cara yang tidak kita sadari kita telah turut serta berperan menjadi bagian dari  penjajahan itu sendiri.

Lihat kekayaan Bumi Nuu Warr (Papua)..
Lihat kekayaan Borneo…
lihat kekayaan Sulawesi..Sumatera..Jawa..dan Bali..NTB..,dan beragam keindahan alam yang di Indonesia…
penduduk Asli yang memiliki kekayaan di daerahnya masih hidup jauh dari kesejahteraan, rasanya kalau saya bahas ini lebih mendalam akan banyak air mata yang terbuang percuma menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana sesama saudara saling berebut bahan pokok makanan untuk di konsumsi sehari-hari.
siapa yang merasakan hasil dari kekayaan alam NegeRI ini..?
Lihat Wakil Rakyat mulai dari Pusat hingga daerah…
Lihat Pejabat mulai Presiden hingga pak Lurah siapa yang paling nyaman hidupnya…? siapa yang dibuai oleh beragam kemudahan dan tunjangan..
dan dengan gaji yang cukup serta beragam fasilitas mereka pun masih terlibat korupsi…
rakus dan serakah itu gambaran yang bisa saya wakilkan untuk,mereka.

bukan hanya orang-orangnya tapi saya yakin ada yang salah dengan sistem yang kita jalani.
70 tahun adalah angka yang cukup bagi kita untuk mengetahui apakah dengan cara-cara yang sama bisa memberikan kesejahteraan untuk Rakyat Nusantara…?

Untuk Nusantara ku bersabarlah kami terus bergerak bukan untuk siapa siapa tapi sebagai bekal kami untuk menghadap ALLAH, pemilik Alam semesta

salam
@febrianeffendi
#9042014

5 Comments

  • April 10, 2014 - 16:06 | Permalink

    walah kok bisa gak terdaftar …. penduduk gelap ya …. 🙂 tinggal cek aja kan dengan no ktp di kpu.go.id

    • admin
      April 10, 2014 - 16:46 | Permalink

      Sudah Om Wijaya dari 15,10 dan 5 tahun yang lalu di cek dan satu bulan dan juga (h-1) sebelum Pemilu dan malam sebelum pemilu cek di KPU secara offline dan online

      • April 10, 2014 - 16:54 | Permalink

        Waduh kok bisa ya , aku cuman ndak habis pikir … padahal di kota depok. tapi KTP Elektorik udah punya kan Rian ? kalo udah punya , nah ini semakin aneh … kalo setahu saya tahapan pemilu itu :
        1. ada petugas dari desa mendata ke rumah … nanti rumah kita di tempel stiker sudah terdaftar.
        2. pada saat DPT sementara nik udah tercantum di kpu pusat.
        3. h-2 dapat undanngan ke tps terdekat.

        • admin
          April 10, 2014 - 16:57 | Permalink

          Sampun sadayana Om @wijaya…
          ini yang mesti ditanyakan ke KPU.go.id

          • April 10, 2014 - 17:03 | Permalink

            e-KTP nya udah diaktifkan ? kalo udah juga … wah ini harus masuk bawaslu …. ya semoga di pilpresnya nanti sudah terdaftar ya.

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Powered by: Wordpress